Jumat, 18 November 2016

BIOGRAFI

Salbiyah Putri Kesembilan Marthaadmadja

Salbiyah Marthaadmadja, atau yang sering dipanggil Salbi lahir di Magelang pada tanggal 23 Mei 1964. Beliau merupakan ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi putri ke-9 dari 10 bersaudara di keluarganya. Bapaknya bernama Marthaadmadja, seorang kepala desa di sebuah desa bernama Bumiayu. Sedangkan Ibunya bernama Djamilatun, yang juga merupakan seorang ibu rumah tangga. Beliau beserta keluarganya tinggal di Desa Bumiayu, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Namun kini, setelah menikah Salbi tinggal bersama suaminya di Dusun Candran, Danurejo, Kecamatan Mertoyudan.
Salbiyah menghabiskan masa kanak-kanaknya, yakni sejak lahir hingga berumur 15 tahun di Desa Bumiayu. Selain itu, beliau juga disekolahkan di TK Bumiayu, SDN Bumiayu, hingga SMP Muhammadiyah Kajoran, yang mana merupakan sekolah-sekolah yang berada tepat di sekitar tempat tinggalnya. Meskipun lahir di kalangan keluarga Kades, Salbiyah selalu berjalan kaki untuk menempuh perjalanan ke sekolah, tempat menuntut ilmunya.
Setelah lulus dari SMP, Salbiyah berencana meneruskan pendidikannya. Kini, Ia mencoba keluar dari daerah tempat Ia berasal. Akhirnya beliau memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di SMA Pemerintah Daerah, Kota Muntilan, atau yang kini disebut sebagai SMK Bhakti Karya. Selama berada di Kota Muntilan, beliau memilih tempat naungan di sekitar sekolahnya berada. Selama bersekolah pula beliau belajar banyak hal seperti menjahit dan memasak. Menurut beliau, hal ini akan berguna sebagai bekal wanita sebelum memasuki hidup di rumah tangga.
Tidak berhenti di situ, Salbiyah juga melanjutkan pendidikannya lagi setelah lulus dari SMA. Kemudian, beliau masuk ke PG SMTP, sebuah sekolah setara universitas yang ditujukan untuk menjadi calon guru. Di sana, beliau mengenyam pendidikan geografi selama 2 tahun sebelum memilih untuk kembali ke daerah asalnya.
Kembalinya Salbiyah tidak lain karena kendala bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Akibatnya, beliau diharuskan membantu ibunya untuk mengurus rumah sekaligus menjadi pengajar geografi di sebuah sekolah swasta. Selain itu, beliau juga mempelajari tata cara sistem pertanian dan berladang dari sang Ibu yang pada saat itu menjadi Janda Tuan Tanah.

Pada umurnya yang menginjak 28 tahun, seoran Kades meminangnya. Dari pinangan yang berlanjut pernikahan ini, mereka dikaruniai 2 orang putri. Meskipun memilih untuk hengkang dari dunia mengajar, Salbiyah tetap menjadi istri yang mandiri dengan membuka toko-toko di pasar dan warung kelontong di rumah. Selain itu, kini beliau juga aktif pada kegiatan-kegiatan keagamaan Kabupaten Magelang yang kini menjadikannya sebagai Ketua Ranting NU Mertoyudan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar